Round Bar Stainless Steel 310S
- Bagian: Pipa
- Tags: 310s, roundbar, stainlesssteel
Deskripsi: Round Bar Stainless Steel 310S
Dalam dunia industri yang melibatkan suhu ekstrem dan lingkungan korosif, pemilihan material yang tepat sangatlah krusial. Salah satu material unggulan yang sering menjadi pilihan insinyur adalah Round Bar Stainless Steel 310S. Grade ini dikenal sebagai versi karbon rendah dari paduan 310, yang dirancang khusus untuk kemudahan fabrikasi dan ketahanan terhadap korosi.
Apa Itu Stainless Steel 310S?
Stainless Steel 310S (UNS S31008) adalah baja tahan karat austenitik yang merupakan turunan dari Grade 310. Perbedaan utamanya terletak pada kandungan karbonnya. Kandungan karbon pada SS 310S dibatasi maksimal 0,08%, lebih rendah dibandingkan varian standar. Pengurangan kadar karbon ini bertujuan untuk meminimalkan risiko sensitisasi selama proses pengelasan atau paparan suhu tinggi, meskipun hal ini sedikit mengurangi kekuatannya pada suhu tinggi dibandingkan grade 310H.
Material ini mengandung kromium tinggi (24-26%) dan nikel sedang (19-22%), yang memberikan ketahanan oksidasi serta korosi yang sangat baik.
Keunggulan Utama Round Bar SS 310S
Mengapa industri memilih Round Bar SS 310S? Berikut adalah karakteristik utamanya:
1. Ketahanan Korosi (Corrosion Resistance)
Kandungan kromium yang tinggi tidak hanya meningkatkan ketahanan terhadap suhu panas, tetapi juga memberikan ketahanan korosi cair (aqueous corrosion) yang baik.
-
Nilai PRE (Pitting Resistance Equivalent) sekitar 25, dengan ketahanan air laut pada suhu sekitar 22°C, mirip dengan Grade 316.
-
Tahan terhadap asam nitrat berasap pada suhu ruang dan nitrat leburan hingga 425°C.
-
Grade 310S sangat cocok digunakan jika lingkungan aplikasi melibatkan koroden lembab (moist corrodents) pada rentang suhu yang lebih rendah dari layanan “suhu tinggi” normal.
2. Ketahanan Panas (Heat Resistance)
SS 310S memiliki ketahanan yang baik terhadap oksidasi pada layanan intermiten di udara hingga 1040°C dan layanan berkelanjutan hingga 1150°C. Material ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kelelahan termal (thermal fatigue) dan pemanasan siklik.
Catatan Penting: Penggunaan terus-menerus pada rentang suhu 425-860°C tidak disarankan jika ketahanan korosi cair diperlukan di kemudian hari karena risiko presipitasi karbida, meskipun grade ini sering berkinerja baik pada suhu yang berfluktuasi di atas dan di bawah rentang tersebut.
Elektroda Grade 310S umumnya direkomendasikan untuk pengelasan fusi. Karakteristik pengelasannya baik dan sesuai dengan semua metode standar. Standar AS 1554.6 bahkan memprakualifikasi pengelasan 310 dengan batang atau elektroda Grade 310.
3. Kemudahan Pengelasan (Weldability)
Elektroda Grade 310S umumnya direkomendasikan untuk pengelasan fusi. Karakteristik pengelasannya baik dan sesuai dengan semua metode standar. Standar AS 1554.6 bahkan memprakualifikasi pengelasan 310 dengan batang atau elektroda Grade 310.
Spesifikasi Teknis SS 310S
Berikut adalah data teknis komposisi dan sifat mekanik dari Round Bar Stainless Steel 310S:
Komposisi Kimia (Maksimal % kecuali dinyatakan rentang):
-
Carbon (C): 0.08
-
Manganese (Mn): 2.00
-
Silicon (Si): 1.50
-
Chromium (Cr): 24.0 – 26.0
-
Nickel (Ni): 19.0 – 22.0
Sifat Mekanik (Minimum):
-
Tensile Strength: 515 MPa
-
Yield Strength (0.2% Proof): 205 MPa
-
Elongation: 40% (dalam 50mm)
-
Hardness (Brinell): Max 217 HB
Aplikasi Industri
Karena sifatnya yang tahan panas dan korosi, Round Bar SS 310S sering digunakan dalam aplikasi berikut:
-
Komponen tungku pembakaran (Furnace parts).
-
Komponen pembakar minyak (Oil burner parts).
-
Kotak karburasi (Carburising boxes).
-
Penukar panas (Heat exchangers).
-
Kawat pengisi las dan elektroda.
Perbandingan: SS 310S vs SS 310H
Seringkali pembeli bingung antara 310S dan 310H. Perbedaan utamanya adalah Grade 310H dirancang dengan kandungan karbon yang dibatasi untuk mengecualikan ujung bawah rentang 310, menjadikannya pilihan utama untuk aplikasi suhu tinggi yang membutuhkan kekuatan lebih besar. Sebaliknya, Grade 310S digunakan ketika lingkungan aplikasi melibatkan kelembaban korosif atau untuk mencegah korosi intergranular setelah pengelasan.






