Welding Neck Flange DIN

Welding Neck Flange DIN

Deskripsi: Welding Neck Flange DIN

Dalam sistem perpipaan industri, pemilihan komponen yang tepat adalah kunci keamanan dan efisiensi. Salah satu komponen paling vital adalah Welding Neck Flange. Khusus untuk standar Eropa yang banyak digunakan di Indonesia, spesifikasi DIN 2633 (PN16), DIN 2634 (PN25), dan DIN 2635 (PN40) menjadi primadona karena ketahanannya terhadap tekanan tinggi dan fluktuasi suhu.

Apa Itu Welding Neck Flange Standar DIN?

Welding Neck Flange, atau sering disebut flange leher angsa, mudah dikenali dari hub-nya yang meruncing panjang dan beralih secara bertahap ke ketebalan dinding pipa. Desain ini memberikan perkuatan struktural yang sangat baik.

Standar DIN (Deutsches Institut für Normung) adalah standar industri Jerman yang menjamin presisi ukuran dan kualitas material. Flange jenis ini disambungkan ke pipa dengan metode Butt Weld (las tumpul), yang memungkinkan aliran fluida menjadi lancar dan mengurangi turbulensi serta erosi di dalam pipa.

Perbedaan Spesifikasi Tekanan: DIN 2633, 2634, dan 2635

Meskipun bentuk fisiknya terlihat serupa, perbedaan utama terletak pada Pressure Nominal (PN) atau ketahanan tekanannya. Berikut perbedaannya:

1. DIN 2633 – PN16

  • Tekanan Kerja: Hingga 16 Bar.

  • Aplikasi: Paling umum digunakan untuk aplikasi low to medium pressure. Cocok untuk sistem distribusi air, pemadam kebakaran, dan udara bertekanan standar.

  • Karakteristik: Memiliki ketebalan leher yang lebih tipis dibandingkan seri PN yang lebih tinggi.

2. DIN 2634 – PN25

  • Tekanan Kerja: Hingga 25 Bar.

  • Aplikasi: Digunakan pada sistem yang membutuhkan ketahanan lebih tinggi daripada standar, seperti pada jalur pipa proses kimia ringan atau distribusi minyak.

3. DIN 2635 – PN40

  • Tekanan Kerja: Hingga 40 Bar.

  • Aplikasi: Dirancang untuk aplikasi high pressure. Wajib digunakan pada sistem pipa uap panas (steam), jalur gas bertekanan tinggi, dan industri petrokimia yang ekstrem.

  • Karakteristik: Memiliki leher yang lebih tebal dan jumlah lubang baut yang mungkin berbeda (tergantung diameter) untuk menahan gaya tarik yang besar.

Keunggulan Menggunakan Welding Neck Flange

Mengapa insinyur lebih memilih tipe Welding Neck dibandingkan tipe Slip On atau Blind Flange untuk area kritis?

  1. Distribusi Tegangan: Hub yang meruncing mentransfer tegangan dari flange ke pipa, mengurangi konsentrasi tegangan tinggi di dasar flange.

  2. Pengujian NDT Mudah: Sambungan las Butt Weld memudahkan pemeriksaan radiografi (X-ray) untuk memastikan kualitas lasan.

  3. Ketahanan Ekstrem: Sangat ideal untuk fluktuasi suhu yang drastis maupun getaran pipa yang konstan.

Material yang Umum Digunakan

Untuk memenuhi standar DIN 2633 hingga 2635, material flange biasanya terbuat dari:

  • Carbon Steel: Seperti ST37.2 atau C22.8 (Sering digunakan untuk oli dan gas).

  • Stainless Steel: Seperti SS304 atau SS316 (Untuk industri makanan, farmasi, atau zat korosif).

  • WhatsApp Share

Produk Terkait