Deskripsi: Stud Bolt ASTM A193 Grade B7 dan Nut A194 Grade 2H
Dalam dunia konstruksi industri, khususnya pada sistem perpipaan (piping) dan sambungan flange (flanged joints), pemilihan pengencang (fastener) tidak boleh sembarangan. Salah satu kombinasi yang paling sering digunakan dan menjadi standar emas untuk aplikasi tekanan tinggi dan suhu tinggi adalah Stud Bolt ASTM A193 Grade B7 yang dipasangkan dengan Nut ASTM A194 Grade 2H.
Apa Itu Stud Bolt ASTM A193 Grade B7?
Stud Bolt adalah batang berulir penuh yang dilengkapi dengan dua mur segi enam berat (heavy hexagon nuts), yang berfungsi sebagai komponen kunci untuk menyegel sambungan flensa dengan benar.
Spesifikasi ASTM A193 mencakup material baut alloy-steel dan stainless steel untuk layanan suhu tinggi atau tekanan tinggi. Di antara berbagai grade yang ada, Grade B7 adalah spesifikasi yang paling umum digunakan untuk stud bolt.
Secara material, Grade B7 terbuat dari baja paduan (alloy steel) AISI 4140 atau 4142 yang telah melalui proses quenched dan tempered. Hal ini memberikan kekuatan tarik (tensile strength) yang sangat tinggi, menjadikannya pilihan utama dalam aplikasi konstruksi minyak bumi dan kimia.
Mengapa Harus Dipasangkan dengan Nut A194 Grade 2H?
Memilih mur (nut) yang tepat sama pentingnya dengan memilih bautnya. Material yang dipilih untuk stud bolt berulir dan mur hex harus kompatibel satu sama lain.
Berdasarkan rekomendasi standar ASTM A193, pasangan yang tepat untuk Stud Bolt Grade B7 adalah:
-
Mur (Nuts): ASTM A194 Grade 2H.
-
Ring (Washers): F436 TY-1.
Kombinasi B7 dan 2H dirancang untuk bekerja pada rentang suhu operasi dari -29°C (-20°F) hingga 427°C (800°F) untuk material flange baja karbon. Penggunaan mur yang tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan kegagalan sambungan saat berada di bawah tekanan atau suhu ekstrem.
Spesifikasi Teknis dan Ulir (Threading)
Jenis Ulir (Thread Pitch)
Stud bolt A193 tersedia dalam berbagai jenis ulir, namun yang paling umum adalah profil simetris V dengan sudut 60 derajat. Standar yang sering digunakan meliputi:
-
UNC (Coarse Thread Series): Ini adalah tipe yang paling umum untuk baut dan mur, digunakan pada material dengan kekuatan rendah hingga menengah serta memudahkan pemasangan cepat.
-
8UN (8-Thread Series): Sering digunakan untuk diameter batang di atas 1 inci, di mana terdapat 8 ulir per inci.
Dimensi dan Pengukuran
Panjang stud bolt didefinisikan dalam standar ASME B16.5. Pengukuran panjang stud bolt dapat dilakukan dengan dua cara:
-
Overall Length (EL): Panjang keseluruhan dari ujung ke ujung.
-
Thread to Thread (FTF): Panjang dari ulir pertama yang dapat digunakan hingga ulir terakhir yang dapat digunakan (tanpa chamfer/ujung lancip). Standar pengukuran untuk aplikasi perpipaan biasanya menggunakan metode FTF ini.
Aplikasi di Industri
Stud bolt A193 B7 dan Nut A194 2H sangat banyak digunakan dalam industri berat. Karena kemampuannya menahan panas dan tekanan, material ini menjadi standar untuk:
-
Sambungan flange pada pipa migas.
-
Bejana tekan (pressure vessels).
-
Aplikasi katup (valves) industri.
-
Konstruksi pabrik kimia.
Penting untuk dicatat bahwa jumlah baut untuk koneksi flange ditentukan oleh jumlah lubang baut pada flange, serta diameter dan panjang baut yang bergantung pada tipe flange dan Kelas Tekanan (Pressure Class).



